BERSAMA KEKOSONGAN YANG ADA
Dimana harus kumulai bicara . . . .
membuka rahasia dan rasa
yang tersimpan di dalam hati,
Untuk yang ke sekian kalinya
mengasingkan satu persatu
melindungi hati yang kian membara
diantara risau dan sedih.
Tapi pada siapa dan di mana
harus kunyatakan segalanya.
Sampai dini hari mengisi waktu
diriku masih juga diam tertunduk
di atas meja-meja usang dan
debu yang kecoklat-coklatan.
Sengaja kubiarkan bermesraan
dengan lilin yang hampir padam.
BAYANG-BAYANG BAUR
Kabut malam menggumam
aku tafakur, memaksa diri tersenyum
Perjalanan masih jauh
jiwaku telah melagu.
Kupandangi bayangku pada bibir malam
tertawa sendiri
tertunduk ragu atas hasratku
harus kuakui aku frustasi
Jalan hidup masih menanti
terpatri pada …..
Langit malam mendesah
aku makin lelah menyibak sepi
kini biarlah ku sendiri
tengadah menatap bayang-bayang baur
KENANGKAN INGAT LUPAKAN JANGAN
Bila kau berteduh dibawah rindangnya
pohon
satu hal yang harus kau ingat,
si penanam pohon itu
Memaafkan
adalah semerbak yang dilontarkan bunga
kepada kaki yang menginjaknya
Kebahagiaan itu sesungguhnya
adalah pantulan dari kasih sayang kita
kepada sesama
Biar layar robek
Biar kemudi patah
. . . . .
. . . . . .